detik.com

Senin, 21 Januari 2013

Pelaku Perdagangan Forex (1)

Menurut Galati dan Melvin, dana pensiun, perusahaan asuransi, reksadana dan investor institusional adalah merupakan pemain yang memiliki peran besar dalam pasar keuangan secara umum dan khususnya pasar valuta asing sejak dekade 2000-an.

Bank
Pasar uang antar bank (PUAB) memenuhi kebutuhan mayoritas dari perputaran uang di dunia usaha serta kebutuhan dari transaksi para spekulan setiap harinya yang dapat mencapai nilai triliunan dollar. Beberapa transaksi dilaksanakan untuk dan atas nama nasabahnya, tetapi sebagian besar adalah untuk kepentingan pemilik bank ataupun untuk kepentingan bank itu sendiri.
Hingga saat ini, pialang valuta asing adalah merupakan pelaku perputaran valuta dalam jumlah yang besar, memfasilitasi perdagangan PUAB dan mempertemukan penjual dan pembeli untuk "upah" (fee) yang kecil. Namun saat ini banyak bisnis valuta asing ini yang beralih kepada suatu sistem elektronis yang lebih efisien seperti misalnya EBS (sekarang dimiliki oleh ICAP), Reuters Dealing 3000 Matching (D2), the Chicago Mercantile Exchange, Bloomberg dan TradeBook(R)

Dunia usaha
Salah satu pemeran pasar valuta asing ini adalah adanya kebutuhan dari aktivitas perusahaan dalam melakukan pembayaran harga barang ataupun jasa dalam mata valuta asing. Kebutuhan mata valuta asing dari suatu perusahaan seringkali hanya kecil nilainya dibandingkan dengan kebutuhan dari bank dan spekulan dan perdagangan valuta asing yang dilakukannya seringkali hanya membawa dampak yang kecil sekali bagi nilai pasaran kurs mata uang. Meskipun demikian arus perdagangan valuta asing dari perusahaan-perusahaan ini dalam jangka panjangnya merupakan faktor yang penting bagi arah nilai tukar suatu mata uang. Transaksi beberapa perusahaan multinasional dapat membawa akibat yang tidak terduga sewaktu mereka menutup posisi (posisi jual ataupun beli) yang amat besar sekali dimana transaksi ini tidak diketahui secara luas oleh para pemain pasar.

Bank sentral
Bank sentral suatu negara memegang peran yang amat penting dalam pasar valuta asing. Bank sentral ini senantiasa berupaya untuk mengendalikan suplai uang, inflasi, dan ataupun suku bunga bahkan seringkali mereka memiliki suatu target baik resmi maupun tidak resmi terhadap nilai tukar mata uang negaranya. Seringkali bank sentral ini menggunakan cadangan devisanya untuk menstabilkan pasar.
Dengan ekspektasi pasar ataupun isu tentang intervensi yang dilakukan oleh bank sentral belaka telah cukup untuk menstabilkan kurs mata uang setempat, tetapi intervensi yang agresif dilakukan beberapa kali dalam setiap tahunnya pada suatu negara yang kurs mata uangnya bergejolak.

Berbagai sumber dana yang ada di pasaran valuta asing apabila disatukan dapat dengan mudah "mempermainkan" bank sentral (menarik atau menjual mata uang dalam jumlah yang sangat besar sekali sehingga bank sentral tidak mampu lagi melakukan intervensi) dimana skenario ini nampak pada tahun 1992-1993 dimana mekanisme nilai tukar Eropa ( European Exchange Rate Mechanism - ERM) mengalami kejatuhan serta beberapa kali jatuhnya nilai tukar mata uang di Asia Tenggara.

Jumat, 18 Januari 2013

Proses Transaksi Valas



Di bursa valas (valuta asing) orang dapat membeli ataupun menjual mata uang yang diperdagangkan, tujuannya adalah untuk mendapatkan profit atau keuntungan dari posisi transaksi yang dilakukan. Di Bursa valas dikenal istilah Lot dan Pip. 1 Lot nilainya adalah $1000 dan 1 pip nilainya adalah $10. Sedangkan nilai dolar di bursa valas berbeda dengan nilai dolar yang kita kenal di bank-bank. Nilai dolar di bursa valas sangat bervariasi, 6000/8000 dan 10.000 rupiah.

Transaksi dua arah

Transaksi di valuta asing dapat dilakukan dengan cara dua arah dalam mengambil keuntungannya. Seseorang dapat membeli dahulu (open buy), lalu ditutup dengan menjual (close sell) ataupun sebaliknya, melakukan penjualan dahulu, lalu ditutup dengan membeli.

Pemain pasar valuta asing

Tidak seperti halnya pada bursa saham dimana para anggota bursa memiliki akses yang sama terhadap harga saham, pasar valuta asing terbagi atas beberapa tingkatan akses. Pada akses tingkat tertinggi adalah pasar uang antar bank (PUAB) yang terdiri dari perusahaan-perusahaan bank investasi besar.Pada PUAB, selisih antara harga penawaran/harga jual (ask) dan harga permintaan/harga beli (bid) adalah sangat tipis sekali bahkan biasanya tidak ada , dan harga ini hanya berlaku untuk kalangan mereka sendiri yang tidak diketahui oleh pemain valuta asing diluar kelompok mereka.

Pada akses tingkat dibawahnya, rentang selisih antara harga jual dan harga beli menjadi besar tergantung dari volume transaksi. Apabila seorang trader dapat menjamin terlaksananya transaksi valuta asing dalam jumlah besar maka mereka dapat meminta agar selisih nilai jual dan beli diperkecil yang disebut better spread ( selisih tipis antara harga jual dan beli). Level akses terhadap pasar valuta asing adalah sangat ditentukan oleh ukuran transaksi valuta yang dilakukan.

Bank-bank peringkat atas menguasai "pasar uang antar bank (PUAB)" hingga 53% dari seluruh nilai transaksi. Dan setelah bank-bank peringkat atas tersebut maka peringkat selanjutnya adalah bank-bank investasi kecil lalu perusahaan-perusahaan multi nasional besar ( yang membutuhkan lindung nilai atas risiko transaksi serta membayar para pegawainya diberbagai negara), hedge fund, dan juga para pedagang retail serta para spekulan yang menjadi penentu pasar valuta asing.

Kamis, 17 Januari 2013

Emas Tergelincir, arah Positif Masih Kuat (17-01-13)



Harga Emas Tergelincir, Namun Sentimen Positif Masih Kuat 
Harga emas berakhir menurun di perdagangan Rabu (16/01) kemarin setelah dua sesi sebelumnya berakhir menguat. Pun demikian, harga emas ini masih berakhir tidak di dasar terendahnya dalam perdagangan hari rabu kemarin.
Ada harapan dari kenaikan permintaan emas dan menjadikan harga emas bisa meningkat kembali, setidaknya dalam semester pertama tahun ini menurut Thomson Reuter GFMS akan mampu mencetak harga tertinggi kembali.
Sejauh ini sentiment fundamental sangat kental mendorong pergerakan harga emas sejauh ini, hingga penutupan perdagangan hari rabu kemarin yang berakhir di harga $1,683.20 per ons emas di bursa Comex – New York Mercantile Exchange, atau turun hanya 70 sen, meski sempat jatuh hingga ke $1,673 per ons, namun harga emas mampu berbalik arah kembali.

Hang Seng Berakhir Melemah, Tunggu Rilisnya Data GDP China
Hang Seng Berakhir Melemah, Tunggu RilisnyaBursa saham Hong Kong untuk perdagangan hari Rabu (16/1) kemarin ditutup melemah. Negatifnya pergerakan bursa terus berlangsung hingga penutupan pergerakan bursa saat dimana investor melakukan aksi jual saham akibat jelang rilisnya data GDP China untuk kuartal keempat tahun lalu.
Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,1% menjadi 23356,99 basis poin. Sedangkan indeks berjangka mengalami penurunan sebesar 132 poin menjadi 23248 basis poin dengan level support sebesar 22707 poin dan level resistant sebesar 23518 poin.
Saham-saham yang mengalami penurunan diantaranya ialah saham Esprit Holdings turun 0,18% menjadi 10,88 hkd, saham China Resources melemah 0,92% menjadi 27 hkd dan saham China Unicom melemah 0,15% menjadi 12,92 hkd.
Analis diperkirakan akan masih bergerak labil dalam jangka meski peluang tren positif masih terjaga sampai dengan akhir pekan ini.